Monday, September 11, 2017

Info Wajib Seputar Baterai Smartphone


Salah satu jenis baterai yang paling sering digunakan pada beberapa pabrikan smartphone adalah lithium-ion. Rata-rata penggunaan baterai jenis ini bisa bertahan hingga lebih dari dua dekade dan masih memiliki kualitas yang sama sejak SONY memproduksi baterai ini pada tahun 1991. Banyak ahli sedang berusaha mencari cara yang jauh lebih efektif dan efisien untuk menggantikan posisi lithium-ion, tetapi faktanya memang belum ada satu jenis baterai pun  yang bisa menggantikan peran lithium-ion sebagai baterai smartphone yang mumpuni. Nah, berikut ada beberapa hal yang wajib Anda ketahui seputar baterai smartphone.



1. Benarkah daya baterai smartphone baru harus segera diisi?

Anda tentu sudah tidak heran lagi apabila membeli smartphone keluaran terbaru, lalu penjualnya menyarankan untuk mengisi baterai hingga penuh dalam waktu beberapa jam. Tahukah Anda, bahwa itu semua sebenarnya tidak perlu dilakukan. Mengapa? Karena sebenarnya baterai yang digunakan oleh kebanyakan vendor smartphone saat ini memiliki ketahanan yang jelas jauh berbeda dengan baterai jenis sebelumnya. Baterai lithium-ion dikenal lebih handal dan awet tentunya. Anda pun tidak perlu melakukan uji kalibrasi dengan menguji ketahanan baterai smartphone Anda.  Bahkan vendor sekelas Apple pun sudah tidak lagi merekomendasikan untuk melakukan hal yang sama.



2. Benarkah kekuatan daya baterai smartphone akan menurun dimakan waktu?

Seiring berjalannya waktu, kekuatan daya baterai smartphone akan jelas menurun. Tak ada cara pasti yang bisa dilakukan agar daya baterai bisa bertahan dalam waktu yang lama. Baterai smartphone berjenis lithium-ion diciptakan khusus untuk menahan siklus yang menguras baterai smartphone secara keseluruhan. Jadi, ingatlah bahwa semakin sering di-charge, maka daya baterai smartphone pun pasti akan semakin berkurang dan terkuras.

Salah satu pabrikan smartphone terbesar, Apple, pernah menuturkan bahwa Anda mungkin bisa saja telah menggunakan hampir 75% daya baterai smartphone dalam satu hari, kemudian mengisi ulang dayanya hingga semalam suntuk. Bila Anda menggunakan 25% di hari berikutnya, baterai smartphone akan kosong hingga 100%, dan selama dua hari berikutnya akan bertambah satu siklus pengisian.
Pada umumnya, baterai smartphone memiliki sekitar 300 hingga 500 siklus sebelum mencapai angka 70% dari kapasitas sebenarnya.

3. Benarkah bila mengisi daya baterai smartphone terlalu lama dapat mengakibatkan kerusakan permanen?

Banyak pengguna smartphone berpendapat bahwa dengan mengisi daya baterai smartphone terlalu lama dapat mengakibatkan kondisi baterai tak lagi sempurna. Padahal hal ini tidak sepenuhnya benar. Sistem baterai terbaru di zaman sekarang nyatanya mampu mengurangi jumlah tegangan listrik yang dapat menyesuaikan kebutuhan daya baterai smartphone itu sendiri. Tapi, hal ini tidak berlaku bila smartphone Anda mengalami overheat. Kondisi ini dapat mengurangi kinerja pada lithium-ion. Asal Anda tahu saja, suhu panas yang mencapai 30 derahat celcius dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada baterai smartphone anda. Usahakan agar kondisi baterai smartphone Anda cukup dingin ketika dilakukan pengisian daya baterai. Cukup letakkan smartphone pada ruangan yang sejuk atau tempat yang jauh dari jangkauan sinar matahari.

Alangkah lebih baik bila Anda mengisi daya baterai smartphone sesuai dengan kebutuhannya. Faktanya, mengisi daya baterai smartphone terlalu lama dapat mengakibatkan efek buruk ketimbang mengisinya dalam waktu singkat. Jadi yang perlu Anda garis bawahi adalah penggunaan smartphone dengan indikator baterai minimum 50 persenlalu melakukan pengisian lagi dan kemudian menggunakannya hingga di bawah ambang batas 50 persen, merupakan hal terbaik dari pada membiarkan baterai smartphone Anda benar-benar kosong.




4. Apakah penggunaan Wifi dan bluetooth berpengaruh pada baterai smartphone?

Cukup Anda ketahui, bahwa pada dasarnya Wifi dan bluetooth memiki karakter yang jelas tidak sama dalam menguras daya baterai smartphone Anda. Memang ada benarnya, bila Anda mematikan dua fitur tersebut maka penggunaan daya baterai smartphone akan lebih hemat, namun hal itu sebenarnya tidak terlalu berpengaruh.

Ketika sinyal jaringan smartphone Anda tidak stabil, maka gadget Anda akan secara otomatis terus mencari keberadaan sinyal. Hal inilah yang sebenarnya menguras habis daya baterai smartphone Anda. Salah satu trik jitu untuk mengatasi hal ini adalah dengan cara mengaktifkan airplane mode bila Anda tidak terlalu membutuhkan sinyal pada smartphone Anda. Perlu Anda ketahui juga, bila di sekitar Anda ada hotspot Wifi, silahkan Anda coba menghubungkannya dengan smartphone Anda. Sesungguhnya, menggunakan jaringan 4G atau bahkan 3G malah semakin menguras daya baterai smartphone Anda lebih cepat dari pada Wifi.


Demikian info wajib mengenai daya baterai smartphone yang harus Anda ketahui, sebagai pelengkap pengetahuan Anda seputar teknologi.

Artikel Terkait

9 comments

Nice gan artikenya, sangat bermanfaat thank dh bagi infonya

Dulu saya pakai hp java batrainya lebih awet dari smartphone

katanya sih yang nomor 1 itu mitos, tapu ga tau juga, katanya sih

Rata2 batre smartphone android boros2 gan karena banyak sekali memakan daya , tidak seperti ponsel2 yang dulu

Hape sekarang ada yang tahan lama juga lho, seperti Xiaomi

ok sekarang jadi paham mengenai baterai smartphone. taunya cuman pake doang

Mantaf gan, saya jadi pengen beli IPhone jadinya :v


EmoticonEmoticon